Dalam skema penyerangan bola basket modern, hampir tidak ada senjata yang lebih efektif dan serbaguna daripada strategi pick and roll. Di Magelang, taktik ini telah menjadi menu utama dalam kurikulum pelatihan basket, mulai dari tingkat sekolah menengah hingga klub profesional. Melalui Analisis Pick and Roll, para pelatih di Magelang membedah bagaimana dua pemain dapat bekerja sama secara harmonis untuk menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan. Inti dari strategi ini adalah menciptakan keunggulan jumlah atau posisi melalui pemanfaatan rintangan fisik yang legal.
Eksekusi pick and roll dimulai dengan komunikasi antara pemegang bola (ball handler) dan pemain besar (screener). Di Magelang, para pemain dilatih untuk melakukan setting posisi yang presisi. Screener harus berdiri kokoh untuk menutup jalur pemain bertahan lawan, sementara pemegang bola harus menunggu hingga rintangan tersebut benar-benar siap sebelum melakukan penetrasi. Jika dilakukan dengan waktu yang tepat, gerakan ini akan menciptakan ruang terbuka bagi pemegang bola untuk langsung menuju ring atau bagi sang pemain besar yang melakukan roll (berputar) menuju area bawah keranjang setelah melakukan rintangan.
Keindahan dari taktik ini terletak pada banyaknya opsi serangan yang dihasilkan. Analisis yang diberikan oleh pelatih di Magelang mencakup kemampuan membaca reaksi pertahanan lawan. Jika tim lawan melakukan switch atau pertukaran penjagaan, biasanya akan terjadi mismatch antara pemain besar lawan yang menjaga pemain kecil kita, atau sebaliknya. Dalam situasi ini, kecerdasan pemain dalam mengambil keputusan sangat diuji. Apakah mereka akan memanfaatkan kecepatan untuk melewati pemain besar, atau memberikan bola ke area low post untuk memanfaatkan keunggulan tinggi badan. Kemampuan membaca celah dalam hitungan detik inilah yang terus diasah di lapangan-lapangan basket di Magelang.
Pemanfaatan area terbuka juga meluas ke pemain ketiga dan keempat yang berada di sisi lapangan lainnya. Sering kali, saat pertahanan lawan fokus membantu untuk menghentikan pick and roll, pemain di sudut lapangan akan terbebas dari penjagaan. Para atlet di Magelang diajarkan untuk memiliki visi lapangan yang luas, sehingga mereka tidak hanya terpaku pada rekan duetnya, tetapi juga pada peluang tembakan tiga angka dari rekan yang bebas. Ini membuat strategi serangan menjadi multidimensi dan sangat sulit untuk diprediksi karena bola terus mengalir mencari titik terlemah dari lawan.
