Era digital tahun 2026 membawa tantangan yang semakin berat bagi kesehatan mental dan fisik generasi muda, terutama terkait dengan ketergantungan pada layar ponsel. Menanggapi fenomena yang mengkhawatirkan ini, sebuah langkah nyata diambil oleh pengurus cabang olahraga di Jawa Tengah. Program yang diluncurkan bertujuan untuk atasi kecanduan gadget yang kini mulai menggerus produktivitas anak muda. Melalui kampanye yang masif, Perbasi Magelang secara aktif melakukan jemput bola dengan ajak remaja untuk mulai meninggalkan aktivitas pasif mereka dan segera kembali ke lapangan guna membangun interaksi sosial yang lebih sehat melalui olahraga bola basket.
Masalah ketergantungan digital bukan hanya soal waktu yang terbuang, tetapi juga tentang berkurangnya kemampuan motorik dan empati sosial. Untuk atasi kecanduan gadget, diperlukan sebuah alternatif kegiatan yang memiliki daya tarik setara atau bahkan lebih menyenangkan daripada permainan virtual. Perbasi Magelang memahami bahwa basket adalah media yang sangat efektif karena menawarkan tantangan fisik sekaligus kegembiraan dalam kerja tim. Inisiatif untuk ajak remaja ini dikemas melalui berbagai kompetisi tingkat sekolah dan komunitas yang seru, sehingga mereka merasa memiliki alasan yang kuat untuk kembali ke lapangan dan merasakan adrenalin pertandingan yang sesungguhnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pada edukasi mengenai keseimbangan hidup. Perbasi Magelang menyadari bahwa upaya atasi kecanduan gadget tidak bisa dilakukan dengan larangan keras, melainkan dengan pemberian pemahaman. Para pelatih di bawah naungan perbasi kini dibekali kemampuan untuk menjadi mentor bagi para atlet muda. Saat mereka ajak remaja berdiskusi di pinggir lapangan, pesan yang disampaikan adalah bahwa dunia nyata jauh lebih luas dan menantang daripada apa yang ditampilkan di media sosial. Dorongan untuk kembali ke lapangan adalah upaya menyelamatkan generasi dari gaya hidup sedenter yang berbahaya.
Selain latihan rutin, Perbasi Magelang juga menginisiasi “Festival Basket Tanpa HP” di mana para peserta dilarang menggunakan perangkat digital selama berada di area GOR. Langkah konkret untuk atasi kecanduan gadget ini ternyata mendapatkan respon positif dari para orang tua yang merasa kewalahan mengontrol penggunaan ponsel anak-anak mereka. Dengan cara ajak remaja berkompetisi dalam suasana yang sehat, mereka mulai menemukan kembali rasa percaya diri melalui pencapaian fisik di lapangan. Kesadaran untuk kembali ke lapangan perlahan-lahan tumbuh menjadi sebuah gerakan gaya hidup baru yang lebih berkualitas di Magelang.
