Pukulan lay-up sering dianggap sebagai poin paling mudah dalam bola basket, namun dari sisi teknis, ini adalah gerakan yang membutuhkan koordinasi motorik halus yang sangat tinggi. Salah satu masalah yang sering ditemukan oleh para pelatih di Jawa Tengah adalah kecenderungan pemain untuk melepaskan bola dengan menggunakan tenaga sentakan pergelangan tangan yang terlalu besar. Perbasi Magelang baru-baru ini memperkenalkan metode latihan yang fokus pada efisiensi gerakan, dengan tujuan utama menciptakan eksekusi lay-up tanpa tekanan berlebih pada jaringan lunak tangan pemain.
Masalah utama dari teknik yang salah adalah penggunaan “flick” atau lecutan pergelangan tangan yang terlalu tajam saat bola berada di titik tertinggi. Meskipun ini bisa memberikan rotasi pada bola, jika dilakukan secara repetitif dengan beban bola basket yang berat, hal itu akan memberikan beban tarikan yang konstan pada tendon fleksor. Perbasi Magelang mengamati bahwa banyak pemain remaja mengalami nyeri pada sisi dalam pergelangan tangan mereka. Setelah dianalisis, ternyata penyebabnya adalah akumulasi beban dari ratusan kali latihan lay-up yang menggunakan mekanika pergelangan tangan yang dipaksakan atau pergelangan berlebih dalam memberikan tenaga tambahan.
Solusi yang ditawarkan dalam metode ala Perbasi Magelang adalah dengan memanfaatkan momentum lari dan lompatan untuk mendorong bola ke arah papan pantul (backboard). Tangan seharusnya hanya berfungsi sebagai “pemandu” bola, bukan sumber utama dorongan. Dengan menjaga lengan tetap rileks dan menggunakan jari-jari untuk memberikan sentuhan akhir yang lembut (finger roll), tekanan pada sendi pergelangan dapat dikurangi secara signifikan. Teknik ini tidak hanya membuat pemain lebih aman dari cedera, tetapi juga meningkatkan persentase bola masuk karena kontrol bola menjadi lebih stabil dan halus.
Di kota Magelang, latihan ini dimulai dengan teknik meletakkan bola di atas telapak tangan tanpa menggenggamnya, kemudian pemain diminta melakukan gerakan mengangkat tangan ke arah ring tanpa melakukan sentakan. Fokusnya adalah pada gerakan bahu dan siku yang terkoordinasi. Jika pemain bisa melakukan ini, maka tekanan pada urat tangan akan tetap berada dalam batas normal. Perbasi Magelang percaya bahwa dengan mengurangi beban kerja pergelangan tangan, pemain akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam pertandingan yang menuntut banyak penetrasi ke area pertahanan lawan.
