Dalam olahraga bola basket, menggiring bola atau dribel adalah elemen dasar yang memungkinkan pemain bergerak dengan bola. Namun, seringkali pemain, terutama yang baru memulai atau kurang memahami aturan, melakukan kesalahan fatal saat mencoba menggiring bola setelah berhenti atau saat ingin memulai dribel kembali. Kesalahan ini dikenal sebagai pelanggaran traveling atau langkah, yang dapat dengan mudah dihindari dengan pemahaman yang benar tentang peraturan. Memahami kapan dan bagaimana seharusnya bergerak dengan bola adalah krusial untuk permainan yang lancar dan sesuai aturan.
Pelanggaran traveling terjadi ketika seorang pemain yang telah menghentikan dribelnya, atau belum memulai dribel, menggerakkan kakinya lebih dari batas yang diizinkan oleh peraturan. Umumnya, setelah pemain menghentikan dribel, ia hanya diizinkan untuk memutar menggunakan satu kaki (pivot foot) atau menembak/mengumpan bola. Jika kaki tumpu bergerak atau pemain melangkah lagi tanpa memantulkan bola, maka terjadilah pelanggaran. Ini adalah salah satu pelanggaran yang paling sering terjadi di lapangan basket, baik di level amatir maupun profesional.
Misalnya, pada turnamen basket antar-SMA yang diadakan pada hari Sabtu, 14 Juni 2025, di GOR Serbaguna Kota Sehat, banyak pelanggaran traveling terjadi ketika pemain menerima bola dan langsung melangkah dua atau tiga kali tanpa dribel. Wasit dari Federasi Bola Basket Nasional, Bapak Anton Wijaya, dalam sesi briefing sebelum pertandingan, selalu mengingatkan para pemain tentang pentingnya memahami aturan ini untuk menjaga kelancaran permainan.
Untuk menghindari pelanggaran traveling saat menggiring bola, pemain harus membiasakan diri untuk memantulkan bola sebelum atau bersamaan dengan langkah pertama setelah menerima bola atau setelah menghentikan dribel. Jika bola diterima saat pemain sedang bergerak, ia diizinkan untuk mengambil dua langkah sebelum menembak, mengumpan, atau memulai dribel. Setelah dribel dihentikan, pemain harus menetapkan satu kaki sebagai kaki pivot dan tidak menggerakkannya hingga bola dilepaskan untuk umpan atau tembakan.
Latihan yang berfokus pada teknik dribel dan gerakan kaki secara bersamaan sangat penting. Misalnya, di klub basket junior “Shooting Stars” yang berlatih setiap Selasa dan Kamis malam di Lapangan Indoor Basket, mereka secara rutin melatih skenario “stop-and-go” dribel, serta bagaimana cara memutar tubuh (pivot) setelah menghentikan dribel tanpa melakukan pelanggaran langkah. Ini juga mencakup latihan triple threat position, di mana pemain memegang bola dengan opsi untuk menembak, mengumpan, atau menggiring bola tanpa bergerak secara ilegal. Dengan pemahaman dan latihan yang konsisten, pemain dapat menguasai seni dribel yang benar dan menghindari pelanggaran traveling yang merugikan tim.
