Pertandingan basket sering kali melibatkan intensitas fisik yang sangat tinggi, apalagi jika dimainkan di bawah suhu yang panas. Dalam kondisi seperti ini, risiko kelelahan ekstrem yang berujung pada hilangnya kesadaran atau pingsan adalah ancaman nyata. Perbasi Magelang dalam sosialisasi keselamatannya menegaskan bahwa setiap pemain, pelatih, dan ofisial harus memahami langkah penanganan pertama yang tepat. Kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit awal setelah seorang atlet pingsan akan menentukan keselamatan jiwa mereka.
Penanganan Pertama yang paling fundamental adalah segera memposisikan pemain dalam kondisi yang aman. Segera bawa atlet ke tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan biarkan penonton berkerumun, karena hal tersebut hanya akan menghambat aliran oksigen yang sangat dibutuhkan oleh korban. Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di bagian leher dan dada, untuk membantu proses pernapasan menjadi lebih lancar. Setelah itu, pastikan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuh atau setidaknya sejajar, guna membantu aliran darah menuju otak agar kesadaran bisa kembali lebih cepat.
Penting bagi tim medis atau rekan setim untuk memeriksa tanda-tanda vital secara berkala. Periksa jalur napas dan detak jantung. Jika setelah beberapa menit atlet belum juga sadar, segera hubungi bantuan medis darurat. Jangan pernah memaksakan atlet untuk langsung duduk atau berdiri secara mendadak setelah tersadar. Kondisi pingsan sering kali disertai dengan gejala pusing atau mual hebat; memaksakan pergerakan terlalu cepat justru berisiko menyebabkan jatuhnya korban kembali atau cedera kepala akibat benturan saat terjatuh.
Di tengah pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi, sangat mudah bagi orang di sekitar untuk panik. Namun, Perbasi Magelang mengingatkan agar semua pihak tetap tenang. Kepanikan hanya akan mengaburkan penilaian dalam mengambil keputusan. Jika pingsan disebabkan oleh heatstroke atau suhu panas, lakukan pendinginan eksternal dengan mengompres area dahi, leher, dan ketiak dengan kain basah yang dingin. Jangan memberikan air minum atau obat-obatan melalui mulut jika atlet belum sepenuhnya sadar, karena berisiko menyebabkan tersedak yang jauh lebih berbahaya bagi saluran pernapasan.
